Proses mencapai titik keseimbangan

Setiap perubahan pasti ada dampaknya ke sekitar. seperti istilahnya dalam bahasa minang sakali aie gadang.. sekali tapian beranjak.. Dalam proses mencapai titik keseimbangan perlu penyesuaian2.. Proses ini yang sedang berlangsung… setelah terpisah2 sekian lama. Sekarang diberi kesempatan berkumpul.. Bisa merawat syorgaku yang ada di telapak kakinya… Bisa mendampingi putra putri di masa2 pendewasaannya.. Dan yang terpenting masih bisa bekerja menyelesaikan tugas sampe purnabakti. Insyaallah…

Saatnya membangun mindset “Umi adalah prioritas..” Ini yg perlu penyadaran ekstra.. tidak segampang yg dibayangkan meng-anggap org dg usia 85 disc 80 tahun.. Seharusnya apapun tingkah dan kondisinya yg out of rule bisa dianggap lucu.. bila kesadaran sudah ada. Semua bisa di accept.. Namun kadang disaat suasana hati tidak stabil, muncul rasa kesal, sehingga tujuan mencari ridho Allah tuk raih syorga terabaikan…

Ini fatal, bisa berujung penyesalan di kemudian hari… Naudzubillah min zalik.. Bermohon aku kepada Allah semoga bisa memelihara amanah yg dititipkan Nya sebaik mungkin.. Dan melepas beliau dg husnul khotimah.. Aamiin YRA…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s