Dimana rasa malu itu

Melihat pemberitaan tentang eks Ketua Mahkamah Konstitusi hakim konstitusi Bp. Akil Mochtar, kita merasa miris. Koq seperti tidak ada penyesalan di raut wajah beliau yang terekam kamera. Malah masih berani dengan kepala tegak sambil mengacungkan dua jempol, meskipun baju berlapiskan “TAHANAN KPK”.
Kalau ditaksir usia beliau tentu sudah tidak dapat dibilang muda, karena secara fisikly sudah bisa ditebak usia beliau. Sebagai seorang tokoh, beliau pernah memberikan kuliah umum di fakultas hukum Universitas Andalas dengan tema ‘Anti korupsi’. Tak berapa lama berselang, beliau ditangkap KPK.
Bagaimana cara kita menjelaskan kepada generasi muda penerus bangsa, notabene mahasiswa yang sempat terkagum-kagum mendengar ceramah beliau.
Saya sebagai ibu dari mahasiswa yang mendapat amanah dari Allah, merasa kesulitan memprotek putra saya untuk tetap bisa meyakini dan memercayai kebenaran itu ada, agar tidak apatis dalam penegakan hukum. Terutama karena putra saya sudah menentukan pilihannya untuk berkecimpung di dunia hukum, dengan pilihan kuliahnya fakultas hukum.

Dasar-dasar kejujuram yang saya tanamkan, pagar hak dan bukan hak kita yang saya gariskan, rasa malu yang selalu saya tanam, nilai tersebut porak poranda ditabrak oleh orang yang selayaknya jadi salah satu “model” bagi mahasiswa fakultas hukum seperti putra saya dan mahasiswa fakultas hukum serta generasi muda penerus bangsa ini.
Semoga Allah merahmati negri kita ini, dengan munculnya kepermukaan tokoh tokoh yang meng-inspirasi, memotivasi, bisa jadi panutan dan contoh bagi generasi muda.
Aamiin YRA…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s