be yourself…

Budaya ketimuran kita mengajarkan untuk bersikap santun dan baik, tetutama terhadap orang yang lebih tua. Tentu saja ini adalah nilai positif yang ditanamkan di keluarga dan sekolah. Di lingkungan sosial masyarakat juga menuntut hal yang demikian. Di lingkungan sekolah apalagi. anak yang penurut selalu lebih disayang guru dibanding anak yang kritis dan punya pendapat dan pandangan yang berbeda.

Namun ada kalanya pola asuh yang membentuk anak sehingga tidak berani berpendapat dan me-ekspresikan apa yang dia rasakan atau pikirkan, membuat anak tidak punya kepribadian, labil dan introvert. Anak akan cendrung berprilaku seperti apa yang diharapkan lingkungannya, bukan karena kesadaran akan kebenaran nilai, tapi agar dia di’accept’ oleh lingkungan. Anak seperti punya kepribadian ganda. Hidup yang dijalaninya akan berat karena terbebani oleh lingkungan.

Selayaknya kita para orang tua, memberi ruang gerak bagi anak untuk menjadi diri sendiri “be yourself”   jangan ego anda sebagai orangtua, tega memaksakan kehendak kepada anak. Biarkan anak tumbuh dan berkembang dan menemukan “ke-unikan” dirinya sendiri. Kita cukup memfasilitasi, mendorong dan mengembangkan bakat dan potensi anak sesuai minatnya. Yang terpenting tanamkan nilai

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s