Peluang hadirnya media televisi yang sarat edukasi

Tulisan ini sebenar luapan perasaan saya atas kekecewaan pemberitaan infotainment dan beberapa acara siaran televisi yang sangat tidak mendidik masyarakat.

Bermula dari pembicaraan saya tentang perseteruan “Al, El vs Farhat Abbas”  miris melihat anak-anak yang fitrahnya suci terjebak dalam hal-hal gak penting dan ngeladenin orang yang gak penting seperti itu. Selayaknya mereka dapat arahan yang mendidik. Namun saya tidak punyakapasitas yang cukup juga untuk menilai siapa yang salah dan benar. Yang ingin saya sampaikan dan sayangkan adalah sadar atau tidak media punya kontribusi sehingga anak tak berdosa ini tersulut emosi. Syukur Alhamdulillah ‘pertinjuan’ ini urung dlangsungkan baca ditayangkan karena banyak mudhoratnya dibanding manfaatnya.

Kemudian dalam perbincangan saya dengan ponakan yang punya pengalaman melakukan penyuluhan ke Sekolah Dasar dengan topik pentingnya sarapan pagi. Pada sesi kuis, ada seorang murid SD kelas 3 yang mengacungkan tangan. lalu diteriaki oleh teman-teman sekelasnya, sehingga membuat si murid wanita tadi gugup dan sedikit terpukul mentalnya. Berkat bujukan pemandu acara anak perempuan ini maju dan menjawab dengan benar. Ternyata murid wanita itu juara ke-3 di kelasnya. Dan apa yang diteriakan oleh temannya ada dagangan penganan kecil yang dijual ibunya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Disini kita liat ada fenomena, mencela orang dari kekurangsnnya, dalam kasus ini kemiskinannya, ingin memancing tawa orang lain.

Yang ingin saya katakan adalah peran media tontonan yang main cela2an atas kekurangan orang lain. Dan itu dianggap lucu. Ada gak sih lawakan yang bisa mengedukasi masyarakat.

Merujuk ke judul tulisan saya “Peluang usaha hadirnya media yang edukatif”  tentu sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Saya impikan suatu saat akan hadir media yang tetap bernilai secara bisnis namun prioritas tayang mengandung edukasi, memberi motivasi dan inspirasi dan sarat hikmah. Lakukan survey, mintakan advis dari konsultan yang berkompeten di bidangnya, gandeng para psykolog dan sosiolog serta libatkan orang-orang yang punya idealisme. Insyaallah Peluang usaha hadirnya media yang edukatif”  akan banyak peminatnya dan tentu secara bisnis Insyaallah akan untung. Yang tak ternilai kita telah berkontribusi untuk ikut membangun karakter generasi muda penerus bangsa. Hadirnya televisi yang bebas dari kepentingan yang bernilai sesaat, tapi lebih mementingkan nilai-edukasi, moral, religi, Insyaallah materi akan mengikuti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s