Miris mahasiswi diperkosa sampe hamil 7 bulan…

Sebagai ibu dari seorang putri remaja pada saat membaca pemberitaan majalah Tempo minggu ini. Saya merasa miris.
Betapa tidak korban mahasiswi usia 22 tahun “diperkosa” orang yang jadi panutannya dalam menggali ilmu/ tokoh usia 48 tahun. Maaf bukan bermaksud merendahkan profesi tertentu tapi saya maklum bila itu dilakukan oleh orang dengan profesi tertentu. Kejadian ini sangat menyesakkan dada, betapa tidak korban diperdaya dengan puisi dan rayuan, sehingga korban lupa diri sudah masuk jerat tipu daya dan skenario yang dirancang pemerkosa. Bukan kata maaf yang terucap malah dikondisikan makan-akan ini kisah cinta yang wajar, dan masalah kesalahan yang menghancurkan masa depan anak perawan orang hanya khilaf.
Dengan anteng si pemerkosa menyeret korban dengan membangun cerita Dan berkata “kami khilaf”. Apakah pemerkosa lupa kalau ia punya seorang putri.
Kenapa manusia tidak pernah berpikir bila itu menimpa putrinya.
Dalam kasus ini saya membaca “posisi tawarnya” tidak sama sehingga tidak sepatutnya .si tokoh tersebut menyebut perbuatan itu atas dasar suka sama suka. Yang jelas pemerkosa melampiaskan nafsu bejatnya.
Mungkin manusia tidak punya hati nurani seperti ini banyak beredar , namun sering kali kasusnya tidak terungkap karena berbagai pertimbangan. Jadi teringat cerita oknum dengan profesi mulia “dokter” yang mengincar pasiennya yang cantik, untuk dirayu berbuat tidak sepantasnya, naudzubillah min zalik.
Saya prihatin dengan kondisi korban, selama 7 bulan bathinnya bergolak, antara ingin mengungkap dengan ingin menutupi. Tertekan pasti, menyesal, sampai perasaan ingin bunuh diri atau mungkin marah pada diri sendiri serta ke pemerkosa. Cukup sudah derita korban sementara pemerkosa bebas melenggang tampil tanpa rasa malu tanpa beban.
Mudah-mudahan korban dapat penanganan yang baik, dapat dukungan dari orang-orang terdekatnya dan bisa pulih kembali.. Bagaimanapun masa depan korban masih panjang.
Selayaknya ini jadi pelajaran berharga bagi remaja putri dan wanita pada umumnya. Waspada selalu dengan pria yang tau memosisikan i tebar personal dengan pria yang baru kenal lalu menyampaikan rayuan yang bisa berujung perkosaan. Pria seperti ini punya scenario tertentu untuk menjerat korban. BiSehingga tau jeratnya mempan untuk tipe korban seperti apa. Sehingga posisi korban seperti makan buah .si mala kama.asanya dia mengerti membaca tipikal calon korban.
Warning juga unt Wanita makhluk lemah, jangan berspekulasi, lebih baik menghindar.uk kita para orangtua, ektra hati-hati dalam menjaga titipan Allah SWT.
Menanamkan nasehat dan sikap hati-hati dalam menjaga kehormatan dan harga diri sebagai wanita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s