Mengasah kepekaan.

Sebenarnya saya tidak ingin cawe-cawe atau bersinggungan dengan hal yang berbau politik praktis. Pertama, karena saya tidak punya kapasitas yang cukup untuk hal itu. Kedua, karena carut marut negeri ini membuat saya malas berpikir, terbebani, tapi gak bisa jadi solusi.

Namun membaca kontroversi Pelantikan Bupati Gunung Mas ‘Hambith Bintih’  mengusik kepekaan saya untuk berkomentar melalui blog ini. Sejarah sudah mencatat setidaknya sudah ada 3 pejabat yang tersangka kasus korupsi dilantik. Bahkan ada yang dilantik di penjara. Koq, saya merasa pelantikan seperti ini terlalu dipaksakan. Seperti alasan pengacara Hambith bintih meminta agar pelantikan tetap dilaksanakan, bila tidak disebutkan melanggar konstitusi.

Yang ingin saya sampaikan adalah, bisa gak konstitusi dipahami secara utuh. Tidak dipahami secara parsial, apalagi hanya dikutip untuk pembenaran dan kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Roh dan jiwanya konstitusi tidak digunakan sebagaimana layaknya.

Seperti juga Tersangka kasus korupsi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, juga dipertahankan sebagai gubernur, sesuai hasil sidang istimewa DPRD setempat. Ini terasa janggal.

Sudah saatnya kita mengasah ketajaman hati nurani, jangan terus menodainya. Sehingga hati menjadi kelam, tidak bisa ditembus ‘Nur-Ilahi’. Hati ini laksana air bening, bila terus-menerus dinodai, dikotori sehingga warnanya jadi “butek”, sehingga disinari cahaya tidak bisa menembus kekelamannya. Tapi bersihkanlah hati, agar petunjuk, hidayah mudah tembus. Caranya dengan jauhi yang memberi noktah hitam di hati.

Nabi besar Muhammad SAW mengatakan, ada segumpal daging di tubuh manusia, bila ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, bila ia rusak, maka rusak juga seluruh tubuhnya yaitu hati.

Iklan

4 thoughts on “Mengasah kepekaan.

  1. Yang jelas, Bun..pejabat sekarang kebanyakan tak memiliki kebeningan hati juga tak memiliki rasa beban moral dalam dirinya. Apapun alasannya, bila seseorang terkait dengan masalah moral, ia harus malu untuk berlaga PeDe tanpa dosa karena belum dinyatakan bersalah secara hukum. Sang Pembela akan membela tersangka dari sudut mana saja yang ia bisa. Di negeri kita tak ada pembelajaran politik yang sehat! Terima kasih, Bun!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s