Hati-hati Paedofil (Predator online)

Membaca pemberitaan bahwa 38% kejahatan sex pada anak berawal dari online, ini sangat mengkhawatirkan.. Betapa tidak begitu mudahnya kejahatan bersentuhan dengan korbannya. Hari gini hampir mayoritas anak mempunyai minimal 1 akun jejaring sosial. Bahkan bagi yang akrab dengan teknologi bisa jadi lebih.
Seperti predator online, sebenarnya mereka tidak memilih mangsa, hampir semua segmen dia coba jadikan sasaran. Namun tentu yang paling mengkhawatirkan adalah korban anak. Karena anak masih labil, mudah dipengaruhi dan diperdayai.
Beberapa kali saya baca di detikcom terjadi peculikan, perkosaan yang awal perkenalannya dari fb atau twitter. Untuk itu kewaspadaan orang tua perlu ditingkatkan.
Bila saya pelajari kejahatan online ini sepertinya mereka jaring secara acak, seperti orang menebar jala untuk menangkap ikan. Nah bisa terjerat tentu awalnya yang merespon ajakan pertemanan mdari orang yang tak dikenal.
Untuk itu mohon wanti-wanti ingatin anak untuk tidak begitu saja meng-‘accept ‘ permintaan pertemanan dari orang yang tak dikenal. Berdasarkan kajian psikolog umumnya yang mudah terjerat dan menjadi korban adalah anak yang pendiam, lugu dan baru mengenal dunia maya.
Pengalaman saya dulu sering saya di ajak chating sama anak teman saya yang usia Sekolah Dasar, mereka chating karena kesepian Di rumah sendiri. Masih pengalaman saya pribadi terdorong oleh ingin tahuan saya pribadi, banyak juga pesan inbox mengajak kenalan berujung penipuan. Awalnya, saya ingin mengasah Dan berlatih bahasa inggris bersama seorang teman saya coba ladenin.
Agar tidak jadi korban predator online waspadalah, sudah banyak kejadiannyo dan korban yang berjatuhan, baik itu korban kejahatan sex maupun korban penipuan, yang umumnya menimpa korban wanita anak ataupun dewasa. Kuncinya waspada tidak menerima permintaan pertemanan dari orang yang tak dikenal. Tidak perlu direspon komunikasi melalui inbox atau japri. Bangun komunikasi agar anak terbuka dan menceritakan semua hal ke bunda. Hargai kejujuran anak meskipun salah untuk mendapat simpati anak. Monitor dengan siapa anak sering chating dan amati, cari tau agar bunda tidak terlambat informasi tentang anak. Dan yang paling utama bekali anak dengan dasar agama yang baik , Insyaallah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s