Double pajak atas penghasilan ..

Hari ini saya mengajukan klaim bpjs ketenagakerjaan. Semua berjalan cukup lancar, meskipun ada beberapa kritik yang perlu saya sampaikan untuk kemajuan negri ini agar benar2 bebas *******, namun saya keep dulu.
KARENA ada yang lebih besar yang perlu disuarakan. Saya terus terang belum lihat undang2nya yang mengatur tentang pajak pembayaran klaim jaminan tabungan hari tua atau tht, next akan saya share setelah saya temukan.
Tenaga kerja perlu tau, saya dapat penjelasan dari CSO bpjs, bahwa tht saya akan ada potongan atas pajak sebesar 5%  untuk nilai klaim di atas 50jt. Wow, dapat dibayangkan semisalnya nilai tht anda adalah 100jt, yang 50 jtnya akan dikenakan pajak sebesar 5% atau sebesar Rp. 2.500.000,-
Ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan dibenak saya :
1. Dimana keberpihakannya para pembuat regulasi dalam hal ini pemerintah tentang perpajakan terhadap tenaga kerja, saya ngebatin koq tega ya. Pajak 5% sangat besar artinya  bagi para pensiunan. Nilai 5% kurang manusiawi dikenakan atas tht yang sudah ditabung pekerja selama bekerja hampir tiga puluh tahun. (Ternyata aturan berupa PP. No. 68 tahun 2009).
2. Iyuran bpjs yang kami bayarkan setiap bulan sebenarnya adalah hasil yang diperoleh setelah dikenakan pajak 2,5% setiap bulannya.
3. Pada saat pengembangan juga diinvestasikan dalam bentuk dana investasi keuangan yang juga dibebani atau sebagai objek pajak.
3. Disini dapat kita simpulkan pada saat terima gaji setiap bulan tenaga kerja sudah dikenakan pajak sebesar 2,5 % dan pada saat setelah jadi tabungan tenaga kerja juga dikenakan lagi pajak 5 %.
Saya berharap penggiat hukum perburuhan, atau anggota dewan yang berasal dari atau mewakili buruh dapat memperjuangkan hal ini, ini harus dikoreksi untuk diluruskan. Apakah negara sedemikian caranya untuk mendapatkan pendapatan, sehingga membebani pajak tenaga kerja segitu besarnya. Saya perhatikan yang mengajukan klaim adalah mereka yang masih harus berjuang menghidupi keluarganya setelah mereka phk atau berakhir hubungan kerjanya, bukan golongan mereka yang hidup dengan berkelebihan.
Semoga ada yang peduli.
Ada yang menarik nih untuk dicermati, setelah saya googling, antara lain pertimbangannya, si penerima pensiun menerima hasil pengembangan setiap tahunnya belum dikenakan pajak… makanya disaat pembayaran sekaligus dikenakan pajak 5%. Untuk diketahui pengembangan atau bagi hasil bpjs adalah sebesar 8% pertahun, bila dibandingkan dengan nilai inflasi sebesar 6%, kenaikan nilai uang tsb hanya sekitar 2%.
Kembali saya ke pertanyaan semula apa wajar pemerintah menyikat tht tenaga kerja itu sebesar 5%.. padahal nilai ekonominya cuma nambah 2% saja. Dan pengalinya dari pokok lagi, bukan hanya dari hasil pengembangan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s