Di ujung masa

Empat tahun berjuang seharusnya cukup menjadikan kita arif memahami makna yang kita perjuangkan. Tapi waktu tidak cukup untuk mengubah watak dan prilaku. Di saat kepasrahan pada Ilahi meningkat, di saat itu juga ujian atas kesabaran menjelma.

Saat ini bukan lagi waktunya untuk mengungkapkan penyesalan. Karena penyesalan hanya akan memperdalam luka yang menganga. Bagaimana membangun diri dari sisa puing2 yang ada, di atas reruntuhan. Sampah tetap sampah, syukur2 masih bisa jadi kompos. Cepat selesaikan semua persoalan yang terbengkalai, jangan biarkan dirimu, pikiranmu, hatimu diombang-ambing oleh manusia s****h seperti dia.

Jangan beri celah bagi dia untuk menghancurkan kamu lebih jauh lagi. Sekarang bangkit bangun percaya diri, kamu bisa melewati semua selamatkan anak cucu didik mereka dg segala ilmu dan daya yang ada. Bahagiakan dirimu dg caramu sendiri, jangan menggantungkan bahagia ke orang lain endingnya hanya kekecewaan. Terus melangkah tanpa melawan aturan Allah apalagi melawan takdir-Nya. Stop keluh kesah, kembangkan kemampuan menulis berbagi lewat tulisan, minimal memyalurkan bakat dan mengasah kemampuan menulis, syukur2 bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s