siapa menabur angin pasti menuai badai

Fenomena penipuan berselimut agama lalu mengkultuskan seseorang yang dianggap punya ‘karomah’, membuat kita geleng2 kepala. Seperti yang hangat di pemberitaan ada padepokan brajamusti lalu yang teranyar padepokan dimas kanjeng. kalo padepokan brajamusti pengikutnya masih relatif sedikit dan mensasar kalangan artis atau yang ingin jadi artis, sedangkan padepokan dimas kanjeng tidak tanggung2 pengikutnya mencapai 2500an orang dan dari berbagai lapisan masyarakat, ini membuat geger publik. Mulai dari rakyat jelata orang desa, ada juga TNI berpangkat jendral ada PNS sampai dengan pejabat bahkan politikus lulusan sekolah di luar negri sekelas Marwah Daud adalah salah satu simpatisannya, tepatnya didapuk jadi ketua yayasan dimas kanjeng.

Bagaimana para korban bisa percaya ada manusia yang bisa menggandakan uang, tanpa harus kerja keras, tanpa hak. Cuma dengan sim salabim abrakadabra… hellooo…. Bila lapar aja kita harus menyuap nasi ke mulut di proses baru bisa kenyang.. itu nasihat ibunda saya agar kita ikhtiar dulu berproses untuk mendapatkan hasil.

Dengan ditangkapnya dedengkot padepokan seharusnya memberi pelajaran dan pembelajaran bagi kita semua. Terutama kita masyarakat tidak mudah percaya dengan hal2 yang diluar nalar dan akal sehat. Pegang satu prinsip nasehat kakak saya “uang kalo lepas dari tangan kita bukan uang kita lagi”, jadi be carefull… hati2 dalam melepaskan uang dari genggaman.

Bagaimana pola dimas kanjeng menipu masyarakat luas? Awalnya tipu2 dimulai dengan penarikan benda2 gaib. Bisa jadi dengan metode sulap atau sihir dia me-hipnotis yang menyaksikan dengan berbalut atau berselimut dibalik agama mengaku mendapat karomah. Kemudian setelah beberapa orang yang dapat dibuat yakin mereka diangkat menjadi ‘kader’. Seperti pola ‘MLM’ atau multi level marketing. Para kader ini merekrut pengikutnya. Kemudian untuk beberepa wilayah ditunjuk koordinator. Bahkan untuk wilayah sulawesi ada padepokan dimas kanjeng atau cabangnya kantornya merupakan rumah milik marwah daud. Ketua yayasan dimas kanjeng tidak tanggung2 yaitu Marwah Daud. Politisi golkar ini tampil di media membenarkan kemampuan dimas kanjeng dalam menggandakan uang dan kemampuannya menghilang. Bahkan membela sang guru spiritual agar diperlakukan dengan baik karena dimas kanjeng merupakan aset. Untuk melindungi tipu2 ala dimas kanjeng. Untuk membangun imagenya dimas kanjeng memajang fotonya di istana bersalaman dengan presiden Jokowi. Ada juga foto bersama Kasat TNI Jend. Gatot dan orang2 terkenal di negri ini.

Di dalam beragama memang kita didoktrin untuk percaya kepada yang gaib. Memang benar Allah memberi karomah kepada orang tertentu. Tetapi yang harus ditekankan dan tak kalah penting harus berilmu membedakan antara yang tipu2 dengan yang benar. Yang pasti bila otientasinya materi atau keduniawian jelas itu palsu, karena Allah tidak mencampurkan yang baik dengan yang buruk. Tuntutlah ilmu sejak dari ayunan sampai ke liang lahat, demikian nasehat nabi Muhammad SAW. Makanya di dalam al quran disebutkan orang yang berilmu ditinggikan beberapa derajat.

Korban dimas kanjeng penipuan tdk tanggung2, setidaknya saat ini ada tiga besar yang sudah melapor. Ada yang menyetor dari makasar mencapai 200 milyar, ibu tersebut sampai meninggal tidak memperoleh penggandaan uangnya, putra korban melapor ke mabes polri dengan membawa setumpuk bukti berupa kertas putih yang dimaksudkan sebagai hasil penggandaan uang ala dimas kanjeng.

Di akhir zaman ini perlu diwaspadai, tak perlu mencari yang rumit, cukup tempuh jalan sederhana yang diajarkan alquran dan dicontohkan sunnah, Insya Allah selamat dunia akherat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s