Malam hening… 

Pukul 00.45 saat ini. Di saat mata enggan terpejam. Dalam kesendirian tubuh terasa begitu lelah menjalani hari hari terkungkung rutinitas yang tak terbayangkan sebelumnya. Tak ada niatan pensiun lalu hari hari hanya diisi dengan tugas pagi2 menyiapkan teh umi sama sepotong roti untuk sarapan, makan siang dst…sampe ngurusin pup umi sekalian untuk diri sendiri. Tak lama berselang cucu datang dan harus ditangani amanah ini setidaknya dari jam 6.30 pagi hingga jam 20.30 pada malam hari, bisa lebih lama lagi. Hidup terjebak dalam rutinitas tanpa variasi.

Seharusnya ini bisa jadi ladang amal, karena ibu dengan usia 88 tahun udah pikun harusnya menjadi pintu syorga. Tapi terkadang syetan membangkitkan nafsu amarah atas kejengkelan apa yang diperbuat ibunda, astaghfirullah… Atau karena tubuh lelah menjalani ini. Amarah begitu gampang tersulut.

Dengan tambahan amanah seorang cucu, membuat langkah ini terhalang, tidak punya ‘me time’. Sekarang sudah tak punya waktu lagi untuk kumpul sama teman2, arisan apalagi ke salon untuk nyenangin diri. Bukan tidak mensyukuri kehadiran cucu, tapi kearifan dan pengertian orang2 yang terkait minim sekali. Masing2 hanya memikirkan diri sendiri dan kepentingan sendiri. 

Meskipun ada saudara tapi untuk nitip umi agak 3 hari atau seminggu saja tidak bisa.

Sekarang kembali hidup terasa sebatang kara, terjebak dalam rutinitas dan tanggung jawab menjaga ibu dan cucu sekaligus. Allah selalu menarik saya untuk memperkokoh “iyya kanak budu wa iyya kanasta’in” Allah menguji pembuktian “hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan.” 

Bagaimana masa ini bisa saya lewati sampai batas pertahanan ini sanggup dijalani. Semua kembali kepada Allah, yang maha menggenggam kehidupan ini. Tak ada tempat berbagi selain Allah. Bila tidak persoalan meninggalkan kita atau kita meninggalkan persoalan.

Semoga ada jalan keluar, ibadah saya dapat maksimal lagi dan masing2 ikut ambil peran bertanggung jawab dengan segala kearifannya. Niat pensiun bersenang2, ibadah, jalan2 uang cukup, bisa terwujud.

Semoga… 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s