Ria,,,

Definisi “RIA” dalam Al-quran tertera dalam Sr. Al-Ma’un ayat 6. Di surah tersebut disebutkan beberapa sifat pendusta agama, yaitu ;
1. Orang yang menghardik anak yatim;
2. Tidak memberi makan orang miskin;
3. Orang yang lalai dalam sholat (baik dari sisi waktu, maupun pelaksanaannya;
4. Orang yang berbuat ria dan enggan memberi bantuan.

Ria ialah melakukan perbuatan tidak untuk mencari keridaan Allah, melainkan untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat. Naudzubillah min zalik. Sadar atau tidak banyak kita umat manusia tergelincir disini. Disadari atau tidak sering kita melakukan sesuatu karena berharap pujian atau sanjungan. Lebih bahaya lagi bila kita terjebak, sehingga “haus” akan pujian. Bila yang meminta pintar menyanjung dan memuji kita tidak hitungan untuk memberi. Hal ini sering kita jumpai di masyarakat, terutama mereka yang kejeblos dalam politik praktis, jelang pemilu begitu cepat tanggap turun bantuan.
Saya ingatkan ke diri saya sendiri dan anda pembaca blog ini, luruskan niat setiap perbuatan untuk mencari rido Allah, Insyaallah, semua akan tercatat dan bernilai ibadah. Perbuatan yang sama bisa akan bernilai beda hanya dengan meluruskan niat. Sadari jangan sampai terjebak ria sehingga bisa tergolong sebagai pendusta agama.
Bersihkan hati, lafadzkan bismillah untuk setiap perbuatan, Insyaallah, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya tersesat. Mudah-mudahan kita termasuk hamba Allah yang terpilih. Aamiin YRA.

Iklan

Akhirnya doa-doa diijabah…

Alhamdulillah ya Allah lega rasanya… kekhawatiran seminggu terakhir yang mengusik perasaan dan pikiran terjawab sudah. Betapa tidak, selama di jakarta, ada beberapa teman atau istri teman yang meninggal karena kanker payudara (KPD ).
Sementara hasil medical cek up, mamography dilihat ada FAM. Untuk itu saya sibuk tanya mbah Google, konsul sama Putri (my private Dr). Semakin banyak masukan ada buat tenang tapi ada juga yang buat was-was. Satu persatu saya pahami maknanya. Sambil saya kaji plus minusnya.
Setelah saya yakin dengan kesimpulan saya pribadi, saya beranikan diri konsul ke Dr. Bedah onkology. Alhamdulillah Dr. Ucok menjelaskan bikin tenang. Bila itu KPD, dari tampang nya udah keliatan ganas/Tampang kriminal hehehe.. Brewokan gak jelas.
Hasil mamography saya terlihat jelas.. Jaringan sekitarnya bersih, Kalenjer Getah Bening (KGB ) juga jelas tidak ada tanda-tanda.
Namun bila masih perlu bisa di USG. Saya lagi dalami plus minus USG. Karena USG hanya untuk mengetahui benda tsb padat atau cair, untuk penentu tindakan selanjutnya. Sementara kalo FAM mending tidak di apa2in.
Tapi ada yang saya sesalkan MCU yang saya jalani di RS SEMEN PADANG, bangunan nya megah fasilitas dari kantor udah VIP, tapi gak ada cek dan ricek. Hasil mamo yang dikirim hanya satu sisi, sisi lain yang dikirim45 derajat tidak ada. Padahal kalo ini keluar minimal melewati 2 Dr. Yaitu Dr. Specialis Radiologi sama yang bertanggung jawab secara keseluruhan atas MCU ini
Dari 5 kali saya jalani MCU, yang terbaik tetap Di LAKESPRA SARYANTO, milik Angkatan Udara. Di Jakarta.
Sekarang bagaimana niat untuk pola hidup sehat, dengan pola makan sehat. Banyak buah dan sayur. Niat menjaga anugerah sehat dari Allah, menikmati kelezatan dalam taat, melawan belenggu hawa nafsu. Bisa merasakan lezatnya iman dengan wujud ibadah. Dan yang terpenting menjaga pola pikir sehat, berbaik sangka selalu sama takdir Allah, membangun relationship yang bisa membuka jalan ke syorga, Insyaallah.. Amin YRA.

Hati-hati Paedofil (Predator online)

Membaca pemberitaan bahwa 38% kejahatan sex pada anak berawal dari online, ini sangat mengkhawatirkan.. Betapa tidak begitu mudahnya kejahatan bersentuhan dengan korbannya. Hari gini hampir mayoritas anak mempunyai minimal 1 akun jejaring sosial. Bahkan bagi yang akrab dengan teknologi bisa jadi lebih.
Seperti predator online, sebenarnya mereka tidak memilih mangsa, hampir semua segmen dia coba jadikan sasaran. Namun tentu yang paling mengkhawatirkan adalah korban anak. Karena anak masih labil, mudah dipengaruhi dan diperdayai.
Beberapa kali saya baca di detikcom terjadi peculikan, perkosaan yang awal perkenalannya dari fb atau twitter. Untuk itu kewaspadaan orang tua perlu ditingkatkan.
Bila saya pelajari kejahatan online ini sepertinya mereka jaring secara acak, seperti orang menebar jala untuk menangkap ikan. Nah bisa terjerat tentu awalnya yang merespon ajakan pertemanan mdari orang yang tak dikenal.
Untuk itu mohon wanti-wanti ingatin anak untuk tidak begitu saja meng-‘accept ‘ permintaan pertemanan dari orang yang tak dikenal. Berdasarkan kajian psikolog umumnya yang mudah terjerat dan menjadi korban adalah anak yang pendiam, lugu dan baru mengenal dunia maya.
Pengalaman saya dulu sering saya di ajak chating sama anak teman saya yang usia Sekolah Dasar, mereka chating karena kesepian Di rumah sendiri. Masih pengalaman saya pribadi terdorong oleh ingin tahuan saya pribadi, banyak juga pesan inbox mengajak kenalan berujung penipuan. Awalnya, saya ingin mengasah Dan berlatih bahasa inggris bersama seorang teman saya coba ladenin.
Agar tidak jadi korban predator online waspadalah, sudah banyak kejadiannyo dan korban yang berjatuhan, baik itu korban kejahatan sex maupun korban penipuan, yang umumnya menimpa korban wanita anak ataupun dewasa. Kuncinya waspada tidak menerima permintaan pertemanan dari orang yang tak dikenal. Tidak perlu direspon komunikasi melalui inbox atau japri. Bangun komunikasi agar anak terbuka dan menceritakan semua hal ke bunda. Hargai kejujuran anak meskipun salah untuk mendapat simpati anak. Monitor dengan siapa anak sering chating dan amati, cari tau agar bunda tidak terlambat informasi tentang anak. Dan yang paling utama bekali anak dengan dasar agama yang baik , Insyaallah

Mengasah kepekaan.

Sebenarnya saya tidak ingin cawe-cawe atau bersinggungan dengan hal yang berbau politik praktis. Pertama, karena saya tidak punya kapasitas yang cukup untuk hal itu. Kedua, karena carut marut negeri ini membuat saya malas berpikir, terbebani, tapi gak bisa jadi solusi.

Namun membaca kontroversi Pelantikan Bupati Gunung Mas ‘Hambith Bintih’  mengusik kepekaan saya untuk berkomentar melalui blog ini. Sejarah sudah mencatat setidaknya sudah ada 3 pejabat yang tersangka kasus korupsi dilantik. Bahkan ada yang dilantik di penjara. Koq, saya merasa pelantikan seperti ini terlalu dipaksakan. Seperti alasan pengacara Hambith bintih meminta agar pelantikan tetap dilaksanakan, bila tidak disebutkan melanggar konstitusi.

Yang ingin saya sampaikan adalah, bisa gak konstitusi dipahami secara utuh. Tidak dipahami secara parsial, apalagi hanya dikutip untuk pembenaran dan kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Roh dan jiwanya konstitusi tidak digunakan sebagaimana layaknya.

Seperti juga Tersangka kasus korupsi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, juga dipertahankan sebagai gubernur, sesuai hasil sidang istimewa DPRD setempat. Ini terasa janggal.

Sudah saatnya kita mengasah ketajaman hati nurani, jangan terus menodainya. Sehingga hati menjadi kelam, tidak bisa ditembus ‘Nur-Ilahi’. Hati ini laksana air bening, bila terus-menerus dinodai, dikotori sehingga warnanya jadi “butek”, sehingga disinari cahaya tidak bisa menembus kekelamannya. Tapi bersihkanlah hati, agar petunjuk, hidayah mudah tembus. Caranya dengan jauhi yang memberi noktah hitam di hati.

Nabi besar Muhammad SAW mengatakan, ada segumpal daging di tubuh manusia, bila ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, bila ia rusak, maka rusak juga seluruh tubuhnya yaitu hati.

3 Kepala Daerah yang Dilantik Ketika Jadi Tahanan

http://news.detik.com/read/2013/12/27/164939/2452621/10/3-kepala-daerah-yang-dilantik-ketika-jadi-tahanan

Sudah sepatutnya kita belajar dari pengalaman. UU jangan cuma alat pembenar kepentingan, padahal hati nurani secara objektif pasti menolak, Naudzubillah… Gimana petunjuk mau masuk.. hati yang fitrahnya suci tidak pernah diikuti.

Proses perjalanan self continues improvement

Hidup memang penuh misteri, dan apa yang akan terjadi satu detik ke depan semua rahasia Allah. Bila Allah berkehendak cukup berkata Kun fayakun jadilah maka jadilah apapun yang Dia kehendaki. 

Kali ini saya ingin mengingatkan diri saya dan kita semua untuk selalu meluruskan tujuan hidup, menjernihkan pikiran, membersihkan hati dari penyakit hati seperti rasa dendam, iri, dengki, sombong, tamak akan materi dst. Kenapa saya sampai terfikir hal ini? Karena terkadang kita sangat subjektif dalam menilai suatu persoalan. Sering kita terjebak dengan permainan pikiran kita sendiri, perasaan kita sendiri dan alpa melihat dan mengkaji dari aspek posisi orang lain, apalagi untuk berempati dengan pihak lawan.

GambarGambarGambarTerkadang hanya gara-gara hal kecil atau sepele bisa terjadi pembunuhan baik pembunuhan secara fisik ataupun pembunuhan katakter. 

Untuk itu selalu luruskan niat, sesuai tujuan hidup “Way of life” seperti yang ada di buku panduan manusia (manual book)nya yaitu Al-quran dan hadist. Jangan sampai kita tersesat atau dibiarkan sesat oleh Allah, Naudzubillah min zalik.

Banyak-banyak bercermin diri, agar bisa memperbaiki hal yang tidak benar, atau bercermin dari kejadian yang di alami orang lain. Karena pengalaman adalah guru yang terbaik,  kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, tanpa kita merasakan sakit dan pahitnya.

Sadar atau tidak, diterima atau tidak semua ada batasnya, ada takarannya. Jadi tidak perlu ngoyo atas sesuatu apapun itu. Dulu saya mengikuti pola pikir barat “Target oriented” pola pikirnya di target. Sehingga dalam prakteknya yang penting hasil tercapai.Cara untu mencapainya terkadang dengan berbagai cara, bila perlu direkayasa.

Sejalan dengan jalan Tuhan yang dituntunkan Allah, sekarang pola pikir saya kembali “On track”